Sunday, 6 October 2013

TIDAK RAGU BERKATA, MAMASA MEMANG “TERTINGGAL”


            Tidak ada salahnya jika mengakui sebuah kelemahan, dan kekurangan. Sebuah pengakuan atas kelemahan sesungguhnya dapat menambah ruang akan bebasnya mencara solusi dari kekurangan yang ada.  Batu loncatan yang tepat dalam membangkitkan kemajuan adalah pengakuan pada Publik atas potensi yang dimiliki, juga pengakuan atas kelemahan yang dimilikki.

            Kemajuan sebuah daerah adalah harapan besar bagi semua masyarakat Indonesia. Masyarakat menjadi sejahtera jika aspek terpenting dalam standarisasi kesejahteraan seperti Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, dan Lingkungan terjamin dan terpenuhi. Salah satu project terbesar bangsa ini adalah memberdayakan daerah-daerah yang tertinggal di seluruh nusantara, keberhasilan project ini juga tidak semata-mata pekerjaan bagi pemerintah namun juga masyarakat perlu untuk disusupi kesadaranya bahwa hidup maju itu adalah penting. Ksejehateraan bukanlah milik individu namun milik social public, implikasi dari kesejhateraan tentu tidaklah lain adalah “Kenyamanan” dan ini jugalah yang disebut kebutuhan paling vital bagi manusia adalah “hidup Nyaman”.

            Tidaklah menarik tulisan ini jika kita tidak menentukan 1 sampel dari banyaknya daerah yang tertinggal di Indonesia ,untuk dijadikan konsentrasi dalam bahasan ini.
            Mamasa, adalah tanah kelahiran penulis,  mekar pada 8 Tahun yang lalu menjadi kabupaten sendiri setelah pecah dari Propinsi Sulawesi Selatan, dan kini masuk dalam Sulawesi Barat, kondisi setelah menjadi kabupaten sendiri cukuplah memprihatinkan dari segi infrastruktur terlebih pada akses jalan trans Propinisi, apalagi trans daerah. Belum  dilihat dalam aspek Ekonomi, pendidikan dan aspek lainya, alasan inilah yang menggerakan saya untuk kembali menulis, tentang ketertinggalan daerahku.

Sebuah daerah yang baru mekar, waktu yang efektif untuk mepersiapkan diri dalam hal pembenahan tata ruang itu 5 tahun. Jika lebih dari itu tata ruang saja tidak terstruktur dan fungsional maka bagiku ini salah satu kategori ketertinggalan. Lebih jauh lagi berbicara pada konsep daerah yang tertinggal alangkah baiknya kita melihat apa yang dimaksudkan sebagai daerah yang tertinggal, daerah tertinggal adalah daerah Kabupaten yang relatif kurang berkembang dibandingkan daerah lain dalam skala nasional, dan  berpenduduk yang relatif tertinggal. Sesungguhnya penaganan daerah tertinggal merupakan upaya yang terencana, untuk mengubah suatu daerah yang tertinggal, penaganan ini semestinya pemerintah sangat berperan penting, dan bahkan jika menganalisis sebuah daerah yang tertinggal yang menjadi indicator terpenting adalah pemerintah bukan masyarakat. Pemerintah jika ia berhasil menata keinginan masyarakat, memberdayakan masyarakat dalam aspek SDM maka di saat itu masyarakat menjadi stakholeder terpenting dalam pembangunan daerah karena ia sudah berdaya secara mandiri. Sebuah pernyataan yang sering kali muncul di kalangan-kalangan masyarakat Mamasa bahwa tidak cukup jika hanya pemerintah yang bergerak dalam pemberdayaan daerah, masyarakat juga harus bersinergi dengan pemerintah. Namun apa artinya jika masyarakat tidak mengerti apa yang hendak mereka lakukan dalam mengintervensi pembangunan,dalam amatan saya terkadang masyarakat beraspirasi saja terkait kebijak tidak digubris. Ini budaya terun temurun sesungguhnya yang tidak mengedepankan sosialitas. Mengadopsi sebuah konsep demokrasi hanyalah iming-iming bahwa kita sedang bicara kebebasan bereksipresi, dengan prinsip “pemerintahan dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat” namun apakah demikian adanya.

Alasan mengapa mengapa saya tidak enggan mengataka Mamasa tertinggal

Analisis secara umum
Secara geografis, Mamasa adalah daerah yang sulit dijangkau karena berada pada pedalaman, ditambah akses jalan penghubung ke daerah lain yang sangat buruk, secara geomorfologis pun seperti jaringan  komunikasi informasi kecenderugan lamban.

Sumber Daya Alam, potensi yang bisa diandalkan di mamasa hanyalah pertanian (agraris), jika dilihat secara geografis mamasa adalah daerah pegunungan yang kandungan tananya lumayan subur, tanaman yang sangat cocok di sana adalah Kopi,coklat, cengeh dan jenis sayuran, namun nampaknya harus diakui bahwa masyarakat mamasa masi sangat kurang keterampilanya dalam hal pertanian, masyarakat masi tetap bersadar pada model pertanian yang masi tradisionil. Kesadaran akan hasil di masa depan yang baik bagi produk pertanian juga masi kurang, lagi-lagi adalah soal SDM.
SDM, hamper semua daerah di indinosa yang menjadi isu pokok dalam lambanya pembangunan, dan kuatnya akar kemiskinan adalah sumber daya manusia yang rendah. Di daerah mamasa tingkat pendidikan warga yang masi produktif dari umur 20-40 thn pendidikan terakhirnya adalah SMP, dan selebihnya hanya SD. Maka tidaklah heran jika daerah kita terjebak dalam kebingungan dalam mengelola kekayaan yang dimiliki di mamasa,

Sarana dan Prasarana, harus di akui bahwa sarana transportasi jalan di mamasa salah satu pemicu yang utama dalam lambanya perkembangan social ekonomi, saya pernah menulis sebelumnya dengan judul Raport Merah bagi Kepemimpinan di Mamasa , dalam tulisan tersebut saya mengibaratkan saran jalan sebagai aliran darah dalam tubuh melalui urat, bayangkan jika di dalam tubuh darah mengalirnya lamban karena ada beberapa organ tubuh yang sakit, maka itu akan berpengaruh pada seluruh oragan tubuh yang lain. maka tidaklah heran jika mamasa dalam memarketingkan hasil-hasil karya di mamasa pun lamban, termasuk hasil buminya.

Kebijakan Pembangunan, Suatu daerah menjadi tertinggal dapat disebabkan oleh beberapa kebijakan yang tidak tepat seperti kurang memihak pada pembangunan aspek yang vital, kesalahan pendekatan dan prioritas pembangunan yang kurang efesien, serta tidak dilibatkannya kelembagaan masyarakat adat dalam perencanaan dan pembangunan. Maka tidaklah heran jika di mamasa pembangunanya Nampak acak dan rancau, saya menggabarkan pembangunan di mamsa tidak terpola.

            Dari alasan-alasa di ataslah yang kemudian memberanikan saya untuk mengatakan bahwa Mamasa adalah daerah yang tertinggal. Isu pokok yang paling menarik kita bisa lihat dalam persoalan di mamasa adalah, tata ruang yang tidak terstruktur. Secara administrative dapat di iakana namun data berkata lain jika ia dibunyikan dalam implementasi di lapangan. Akhirnya saya semakin percaya bahwa segala sesuatu akan bernilai luhur, itu sangat ditentukan di mana nilai itu dilekatkan. Bayangkan jika nilai kepemimpinan yang sacral itu dilekatkan pada orang yang tak punya jiwa kepemimpinan maka jangan kaget jika itu berbunyi terbalik.



Tanggal Tua, Sepintas Muka Pun Kelihatan Tua



            Sesuatu menjadi menarik jika sebuah pengalaman diri sendiri jika  kita tuangkan dalam sebuah tulisan karena di saat itulah kita menceritakan sebagian dari diri sendiri, apalagi pengalaman itu juga dialami oleh orang lain dan juga cara menghadapinya pun hampir satu cirri. jika itu dirangkum dalam sebuah tulisan nampaknya menarik, itulah “Tanggal Tua”

 Jika anda  mahasiswa atau mungkin orang kerja , apalagi jauh dari orang tua sepertinya anda  ada dalam topic tulisan ini. Terlebih anak kost  tentunya, bagi yang tinggal sama orang tua sih nampaknya mukanya bening-bening saja, tapi tidak demikian dengan anak kost yang jauh dari orang tua fenomena tanggal tua benar-benar menyirami wajah anak-anak kost yang pada tanggal muda wajah kelihatan cerah kini jadi kusam di saat tanggal tua tiba hehehe. Apalagi mahasiswanya perokok lagi pasti metode yang digunakan hampir sama dalam hal memanejement uang sakunya di tanggal tua pastinya beli indo mie, atau nasi telur tempe atau sekelesnya lah dan rokok 2 batang itu pun kalau beli bisa saja BON dulu www.penglaman.com wkwkwkwk

Tapi kalau tanggal awal  parlentenya mahasiswa melebihi anak-anak konglomerat tampilan oke sasaran jalan-jalan yahh paling tidak mall, pantai, bahkan clabing + botolan  ohh luar biasa, tapi memasuki pertengahan bulan perubahan sudah mulai perlahan berubah tujuanya yang awalnya dari mall turun kelas ke Burjo (Bubur kacang Ijo) Warkop (warung Kopi) dan Angkringan (yah nasi kucing) wkwkwk dan lihatlah ketika pertengahan pun terlampau siklusnya kian semakin mengerucut ruang lingkupnya pun semakin mengecil karena tamu akhir bulan sudah mendeka, jika tamu itu datang yah kurang lebih di kamar kost berhadapan dengan computer  main game dan minum kopi rokok batangan, malam masak indo mie, pagi masi sarapan dengan indomie juga, hingga berganti tamu jadi tanggal mudah.
            Fenomena ini akhirnya memunculkan sebuah pribahassa “Patimura jasamu sangat berharaga di saat tanggal tua”  banyaknya cara-cara ekonomis yang super ajaib dimunculkan  dalam mengelola uang yang masi tersisa di saat fenomena ini tiba menjadi sebuah hal yang punya daya tarik sendiri, bagaimana tidak jika uang sudah mulai menipis dompet pun sudah sunyi pasti saja bunyi lentingan uang koin yang keluar dari celengan mulai merubah suasana sembari menyisip masing-masing saku celana sempat ada uang kembalian yang kelupaan di hari-hari sebelumnya kan lumayan buat di kolaborasikan dengan koin hanya untuk jajan di warung itu pun masi di atur pengeluarnya karena bukan hanya makan siang makan malam juga kan perut gak tau kondisi demikian. Untunglah kalau punya banyak teman kan masi bisa minta pinjaman kalau tidak malu  buat bertahan hidup sampai tanggal muda, tapi kalau tidak aduhhh jalanilah  dengan hati yang tulus iklas. Ingin mengenali orang  yang ada dalam suasana tanggal tua, biasanya makan indo mie, muka murung di ajak cerita malas, tidak bertahan lama saat ngumpul, bawaan ingin tidur emm itu tidak salah lagi.

Yah harapanya sih ini juga mendapatkan kebijakan dari instansi yang berwenang, karena ini terkait dengan kesejahteraan anak-anak kost juga ini generasi bangsa yang perlu di bina baik itu jasmani dan rohani, jangan sampai ini terus menerus kena Labil Ekonomi karena ini bisa memperburuk statussisai dan akhirnya bisa mengkudeta kami di perguruan tinggi (Vickinisasi) Wkwwkwkkwkwk
 Salam Kompasiana


           

Thursday, 11 April 2013

Keagungan Cinta dan Pikiran



Didedikasikan
Kepada Mama Papaku Kakak adik, dan juga buat semu orang yang hidup dalam Cinta

Kemampuan yang paling luar biasa yang dimiliki manusia memang harus diakui yaitu kemampuanya dalam bernalar. Pikiran bisa ke mana-mana ia bahkan tak terbatas oleh apa pun ia bebas beraktivitas yang tak terkendali, namun tidak demikian bagi raga ia sangat terbatas oleh ruang dan waktu ia sangat ditentukan gerak pikiran. Saya membayangkan diriku yang sedang duduk di sebuah pojok lapangan sepak bola di taman kampusku, aku Nampak sendiri di amatan orang lain mereka tak mengerti bahwa pikiran sedang ramai, aku sedang sibuk dengan pikiranku, yang berpikir macam-macam termasuk memikirkan anak orang, memikirkan masa depan bersamanya memikirkan hal unik yang mengagumkan di saat aku bersamanya. Pikiranku sedang mengabaikan bahwa aku ini punya raga yang saat ini di pisahkan dari orang yang aku pikirkan semua Nampak nyata di hadapanku, aku larut dalam lamunan yang itu hanya dirasakan pikiranku tidak oleh ragaku. Tak terasa sekitar 15 menit aku bermain-main dengan pikiranku sendiri tiba-tiba, aku terhentak kaget dengan keramaian di sekitarku nampaknya itu suara dari mahasiswa lainya yang sedang melakukan aktivitasnya. Ehhmm aku kemudian terbangun dalam kesatuanku antara pikiran dan ragaku yang kemudian menjadikan aku sadar bahwa aku tidak sedang bersama dia inilah kesaktian pikiran yang mampu meletakan cinta di mana pun ia berada tampa ia dibatasi oleh ruang dan waktu meskipun raga terabaikan dalam rasa itu.

            Perasaan sayang, perasaan kagum adalah 2 makna besar yang dikadung keagungan cinta semua ini yang mempertanggung jawabkan adalah pikiran dan waktu. Bukan hal-hal lain yang penuh dengan syarat, karena cinta memang tak bersyarat tpi  cinta bersifat menuntut kepada pikiran untk bertindak atas rasa sukanya. Cinta dalam paham saya bukanlah lain dari pada apa yang disebut “kasih” inilah cinta sejati sesungguhnya, cinta sejati bukan ketika orang memberikan dirinya seutuhnya kepadamu, karena ingat ada 1 hal yang tak mungkin anda raih dari pasanganmu atau orang yang kamu cinta yaitu kehendaknya untuk memilih ini fakta hidup, besarnya cinta hanya bisa diukur oleh “waktu”, anda tidak akan bisa mematematikakan besarnya cinta. Tuturan bahasa cinta yang menggempur keberadaanmu di dunia adalah bagian kesadaran yang terjadi hanya sekali, Karena perlu diketahui bahwa semua manusia di dunia hanya sekali jatuh cinta lain dari pada itu hanyalah komitmen. Maka bersyukurlah kita sebagai manusia yang di anugrahi rasa cinta, karena dengan cinta manusia bisa amemancarkan gairahnya dalam segala hal. Cinta adalah rasa yang memancar dari mata air naluri-nalurinya.

            “Inti sari dari segala Sesutu adalah cinta” Seorang Filsuf bernama Plato pernah mengatakan bahwa Cinta atas kebaikan adalah dasar dari kebajikan dan kebenaran, dan dari filosifi inilah yang dijadikan dasar atas cinta platonic, yaitu hanya mencintai tampa berharap dicinta kembali. Apa yang kita pandang baik dan kita melakukan dengan penuh cinta, niscaya akan mendatangkan kebajikan dan kebenaran, begitulah inti sari cinta yang diberikan  oleh Plato. Kekagumanku terhadap cinta tidak sampai di situ, aku kemudian menggunakan pendapat yang bersifat umum dengan menggambarkan cinta dengan gambaran hati. Dan tentu itu kita dapat pahami bahwa hati adalah pusat segala perasaan untuk menerima dan mempersembahkan. Dalam setiap sendi kehidupan, hati kitalah yang menentukan apa yang harus kita persembahkan dan apa yang harus kita terimah dalam kehidupan ini. Gambaran seperti ini mirip dengan pengertian cinta, maka dapat dikatakan bahwa cinta sama dengan hati. Sumber cinta memang dari hati.

Sadarkah anda bahwa kita sebenarnya dibesarkan oleh orang tua kita atas dasar cinta? Semenjak dalam kandungan ibu kita sudah mencinta kita, semenjak dilahirkan, kita dibesarkan cinta pulah. Ayah kita pun rela bekerja keras demi kita karena atas dasar cinta.cinta mampu membuat orang tua kita mengacuhkan dirinya demi yang dicintainya, yaitu kita. Sungguh cinta yang sangat luar biasa. Begitu juga orang yang bekerja dan belajar atas dasar cinta mereka berhasil menghasilkan Sesuatu yang dapat bermanfaat bagi umat manusia, mereka rela menghabiskan waktunya demi menghasilkan Sesutu yang bermanfaat. Kita lihat saja saikking cintanya pada fisika, Albert Einstein akhirnya menemukan teori relativitas, saking cintanta kepada sastra William Shakespeare dapat membuat karyanya “abadi” sebuah cerita cinta sepanjang zaman Remeo dan Juliet Bill Gate saking cintanya pada computer ia berhasil membuat Windows yang begitu bermanfaat bagi jutaan manusia, semua ini di dasari karena kecintaanya terhadap Sesutu.

Lain halnya dalam cinta yang sering kita alami yaitu cinta antar lawan jenis, cinta yang satu ini jujur bagi saya ini bisa membuat manusia mampu bergetar hebat, dan mampu berbuat apa saja demi orang yang dicintainya, cinta membuat orang berani menempuh resiko yang tak dapat di bayangkan. Sungguh cinta merupakan pengalaman yang begitu berharga dalam hidup manusia. Manusi diberi potensi untuk untuk mencintai dan dicintai. Dan , Tuhan memang menciptakan pria dan wanita untuk salaing melindungi dan menyayangi. Sekali lagi saya katakana bahwa cinta adalah naluri manusia. Karena cinta adalah salah satu naluri maka ia berasal dari dalam hati. Jika orang sering bilang hatinya tidak tetap maka jangan heran jika cinta sering pasang surut ini akumulasi dari pergerakan  hati . cinta mengisi suatu waktu sedangkan waktu terus berlalu, karena cinta pun dapat berlalu seiring waktu berlalu. Quraish Shihab pernah menyinggung dalam buku yang pernah saya baca yang berjudul Berpikir dan Berjiwa Besar, ia mengtkan bahwa seseorang merasa dirinya adalah salah satu yang ‘ada’, tetapi ketika ia bercinta, ia dapat merasa memiliki segala yang ‘ada’  dan ketika cintanya putus, ia merasa ‘tidak ada’ dan hampa. Inilah permainan cinta kepada manusia. 

Maka di saat itu pula lah menjeleskan cinta juga kimia berperan di mana dalam logika kimi dikatakan bahwa ketika seorang jatuh cinta, semua zat kimia dalam tubuh, terutama dopamine dan oksitoksin dalam otak, mengalam fluktuasi dalam darah. Ini yang menjelaskan mengapa ketika seorang jatuh cinta ia dapat melakukan apa saja yang dalam situasi normal tidak mungkin dilakukan. Dalam keadaan jatuh cinta kita menjadi obsesif terhadap pasangan, akibatnya kita sulit tidur, karena pikiran terfokus pada pasangan. Tetapi setelah memahami cinta yang sebigian aku tuangkan dalam tulisan ini, ada satu hal yang mesti di ingat bahwa cinta akan di uji oleh waktu. Maka dari itu buat kalian semua  marilah ktia hidup selalu dalam nuansa cinta yang penuh dengan kasih, maka bersabarlah fajar kebajika kebenaran kemenangan dan akhirnya sampai kepada kenyamanan hidup akan menghampiri karena semua itu Pancaran dari mata air naluri-naluri Tuhan yang ada dalam jiwa kita manusia (egape).

Eros (Cinta manusia semata, yang dinspirasi oleh Sesutu yang menarik dalam objeknya umpanya kecintaan kita terhadap si A atau ke B hal ini sangat di gerakkan oleh fisik)
Philia (cinta ini menyentu kepribadian manusia, intelektual,emosi dan kehendak melibatkan saling berbagi, cinta ini tumbuh dari kebersamaan dan perhatian)
Egape (ini adalah kasih Tuhan, kasih yang tidak mencari kesenangan sendiri, tetapi senang member tampa menuntut balas, misalnya cinta seorang ibu terhadap anaknya.)

Letakkanlah ketiga cinta ini di dalam proses hidup maka di saat itulah kita benar-benar hidup denga cinta.

Wednesday, 10 April 2013

Refleksi Tentang Manusia dan Alam Semesta

Dalam pengalaman sehari-hari saya, saya tentu menemukan diri saya di dunia. Ada dua cara di mana saya bisa berarti di "dunia"  hal utama adalah, Dunia seperti planet bumi atau dunia sebagai orientasi terhadap lingkungan saya. Di dunia pertama, dunia fisik, bukanlah pengalaman sehari-hari dalam totalitasnya. Ini adalah konstruksi reflektif dan kognitif dari hubungan saya dengan benda-benda fisik. Saya tidak secara langsung mengalami dunia sebagai dunia. Tetapi dalam arti dunia parsial, orientasi saya tidak terutama dan biasanya menuju dunia yang "objektif". kedua dunia adalah duniaku karena saya tinggal dan hidup di dalamnya, hidup,dunia dan saya adalah dunia makna bagi saya. Ini adalah dunia terorganisir dan ditafsirkan sesuai dengan makna saya. Ini adalah pengalaman sehari-hari keutamaan saya, yang juga masing-masing dari kita memiliki dunia itu.

Di atas telah saya katakana bahwa orientasi saya "tidak terutama dan biasanya arah ini" adalah  dunia obyektif "artinya saya adalah, bahwa benda umumnya tidak menampilkan diri kepada saya hanya sebagai obyek. Sebaliknya saya menganggap mereka sebagai makna-obyek dalam bidang saya. Manusia acap kali dikatakn oleh manusia itu sendiri sebagai mahluk istimewa di antara mahluk lainya, bahwa karena manusia di berikan Pencipta apa yang disebut “Akal Budi”. Pandangan ini jelas banyak yang meragukan bahwa jika dilihat dalam kerangka adaptisinya terhadap alam justru tumbuh-tumbuhanlah yang berhasil beradaptasi bagi alam eksistensi alam menjadi kondusif atas implikasi dari tumbuhan tersebut, lalau jika adaptasi manusi di lihat dalam kerangka aksi ko aksinya dengan alam justru alam nampak jadi chaos (kacau) kerusakan alam dalam hal ini adalah bencana alam  sebagian besar adalah keangkuahan manusia terhadap alam, lalau inikah yang disebut keistimewaan manusia di banding mahkluk lainya? Pertanyaan semcam ini bukanlah pertanyaan mudah, bahkan hal ini menjadi pusat perhatian ilmuwan, tentang siapa manusia sesungguhnya, dan bagaimana manusia benar-benar menjadi manusia yang katanya berakal budi. Ada sebuah pernyataan dari Tonybee yang menarik ia mengatakan bahwa “Manusia disebut manusia, bukanlah ketika ia bisa merubah anatomi tubuhnya, bukan ketika ia bisa memanfaatkan tehknologi yang baik dan maksimal, namun manusia disebut manusia ketika fajar kesadaranya bangkit”. Manusia yang berkesadaran akan selalu punya gambaran tentang implikasi dari tindakanya, selalu punya pertimbangan sebelumnya terkait kemungkinan-kemungkinan yang akan menjadi implikasi dari tindakan yang dilakukan inilah yang disebut “Berpikir baru bertindak”, 

Memang semua bidang ilmu mengakui bahwa objek yang paling rumit untuk dipahami dan di analisa adalah manusia. Justru bagi saya bahwa yang mewah dari manusia adalah kesulitanya untuk dipahami, jika dikatakan bahwa manusia istimewah karena ia memiliki akal budi, ia memiliki bahasa, maka pertanyaan saya adalah apakah binatang dan tumbuhan tidak memiliki hal yang sama yang dimiliki manusia. Mungkin hal itu juga ada pada mahkluk lain selain manusia, mahkluk lain dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya tidak semata-mata di seting sang Khalik untuk ia bertumbuh dinamis yang hidup matinya di dasarkan pada soal waktu. Tetapi ia juga sanga ditentukan oleh adaptasinya dengan alam sekitar, karena satu analogi yang dapat dibuktikan kebenaranya yaitu bahwa “Tidak ada mahluk hidup yang ingin mati konyol” .analogi demikianlah yang dkemudian bisa dijadikan sebuah gambaran bahwa  mahluk hidup pada dasarnya bergerak di atas kesadaran yang sama akan eksistensi. Satu-satunya mahkluk yang berpikir adalah manusia menurut manusia. Pikiran ini yang menjadikan manusia menjadi terpandang, terhormat, bahagia, namun juga ia bisa menderita karena pikiran itu sendiri. Maka dari itu saya mengatkan bahwa tidak ada pikiran orang barat, pikiran orang timur, pikiran Kristen pikiran islam pikiran aku dan pikiran kamu, namun yang ada adalah pikiran itu saja, ia bagian dari kesadaran ia dapat menjadi besar karena kesadaran.

Rasio Manusia dan Akal Sehat

            Sering kali kita mendengar sebuah pernyataan bahwa yang membedakan manusia dengan binatang yang lain adalah kemampuan kita menalar. Bayak bintang yang lain kurang lebih sampai tarap tertentu, sadar akan dunia fisis, dan member respon terhadapnya, tetapi manusia mengklaim lebih dari sekedar kesadaran. Dalam budaya-budaya primitive pemahaman tentang dunia terbatas pada ururusan sehari-hari, semacam perjalanan musim, gerak ketapel atau anak panah. Pemahaman itu sepenuhnya pragmatis, dan tidask  memiliki basi teoritis, kecuali dalam istilah-istilah magis. Konsep tentang penalaran manusiaitu sendiri adalah konsep yang mengherankan. Kita sangat mudah terpesona dengan argument “yang masuk akal” dan merasa paling bahagia dengan argument-argumen yang menarik dengan “akal sehat”. Namun perlu diketahui bahwa proses-proses pemikira manusia itu bukan anugerah Tuhan. Mereka memiliki asal-usulnya dalan struktur otak manusia, dan tugas yang telah direncanakan untuk dilaksanakanya.

Apa yang kita sebut akal sehat adalah produk pola-pola berpikir yang tertanam secara mendalam dalam jiwa manusia, yang agaknya karena mereka member manfaa-manfaat tertentu dalam menanggulangi situasi-situasi keseharian, seperti menghindar dari benda-benda yang keungkinan membahyakan dirinya misalkan menghidar dari binagang –binatang buas. Hal yang menarik perlu diketahui bahwa aspek pemikiran nanusia di atur oleh kabel-kabel otak, sementara yang lainya diwariskan sebagai “perangkat lunak genetic” dari nenek moyang kita sejak dahulu, demikian pun “akal sehat” dan rasionalitas manusia adalah konsep-konsep yang terprogram secara genetic pada tingkatan terdalam di otak kita. Dalam hal ini saya bisa mengatakan bahwa dalam hal kit bisa berspekulasi bahwa apakah mahkluk asing seperti 

(alien) yang tersusun di bawah keadaan-keadaan yang sangat berbeda akan sama-sama membentuk konsep tentang akal sehat, atau sesungguhnya juga apa saja tentang pola-pola pemikiran kita. Jika seandainya apa yang pernah di renungkan oleh beberap penulis fiksi-ilmiah, kehidupan di atas permukaan sebuah binatang neutron memang ada, orang tidak dapat menebak bagaimana benda-benda semacam itu memahami dan berpikir tentang dunia. Mungkin saja bahwa konsep yang dimiliki mahkluk asing tentang rsionalitas besar perbedaanya sehingga mahkluk ini sama sekali tidak terpesona oleh apa yang kita pandang sebagai argument rasional. Lalau apakah dalam hal ini penalaran rasional di curigai? Atau  apakah memang kita terlalu picik atau terlalu patriotic degan menduga bahwa kita mampu menerapkan dengan baik pola-pola berpikir Homo Sapiens kepada isu-isu besar tentang eksistensi? Sesungguhnya tidak harus demikian. Proses-proses mental kita telah tersusun sebagaimana layaknya kerena mereka merefleksikan semacam hakikat dunia fisis yang kita huni. 

Dalam hal ini saya berpandangan bahwa penalaran manusia pada umumnya  dapat dipercaya. Adalah fakta kehidupan bahwa orang menganut kepercayaan-kepercayaan, terutama sekali dalam lapangan agama, yang mungkin dipandang irrasional. Bahwa kepercayaan-kepercayaan itu dianut  secara irrasional tidak berarti mereka salah. Boleh jadi, ada rute menuju pengetahuan (semacam lewat mistisme atau wahyu)yang melampaui ataupun mengambil jalan pintas rasio manusia ? dalam hal ini saya kemudian lebih berupaya mengambil penalaran manusia sejauh mana ia akan bergerak. Jika memang dunia  rasioanl, paling tidak dalam ukuran besar, apakah sesungguhnya asal-usul rasionalitas tersebut ? ia tidak dapat muncul dengan sendirinya dalam pikiran kita, karena pikiran-pikiran kita semata-mata merefleksikan apa yang sudah adan di sana. Haruska kkita mengandalkan penjelasan pada seorang Perancang rasional ? atau dapatkah rasionalitas “menciptakan dirinya sediri” lewat daya “kemasuk akal-an” yang dimilikinya semata?. Memang benar semakn kita mengetahui tentang alam semakin ia juga tak terbatas. Inilah bukti bahwa kita punya Perancang yang Agung yang ia ada di mana-mana tapi ia tunggal dialah yang kita kenal sebagai Tuhan.